Topik tentang Keuangan
Jumat, 21 Juni 2013 12:20:10
PDIP dan Hanura Keberatan Postur RAPBN-P 2013

Merdeka.com. Jakarta -- Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) diwarnai aksi interupsi. Sejumlah fraksi meminta koreksi dari penyampaian laporan Ketua Badan Anggaran (Banggar), Ahmadi Noor Supit.

Anggota Komisi XI DPR Dolfie OFP mengaku sangat menyayangkan laporan Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit, yang didalamnya tidak menyampaikan postur APBN-P yang diusulkan PDIP dalam Banggar. Padahal, kata Dolfie, fraksinya telah menyampaikan postur tersebut kepada Banggar.

"PDIP memiliki postur APBN-P yang dilampirkan kepada Banggar, untuk nantinya disampaikan pada Sidang Paripurna terhormat ini. Namun, postur itu tidak dimasukkan. Padahal, ini harusnya menjadi bahan rapat paripurna hari ini", kata Dolfie di Gedung DPR RI, Senin (17/6).

Dolfie mendapati, beberapa pasal yang diajukan dalam rapat Banggar, ternyata tidak tercantum dalam draf RUU APBNP yang saat ini sedang dibahas dalam rapat paripurna.

"Ada beberapa pasal yang tidak dimasukkan. Ini bagaimana. Saya harap dimasukkan. Harus dikoreksi," kata Dolfie

Senada dengan Dolfie, anggota DPR dari Fraksi Hanura Erik Wardana juga berkeberatan dengan penyampaian postur APBN-P. Hanura tidak pernah menyatakan setuju terhadap langkah pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi.

"Hanura menolak keras BBM bersubsidi naik. Kita juga meminta koreksi bahwa Hanura dikelompokkan dengan beberapa partai yang menyetujui RUU APBN-P 2013," katanya.

Erik menyayangkan sikap pemerintah yang lemah dan tidak mampu mengelola kekayaan negara untuk menyejahterakan rakyat Indonesia secara keseluruhan. Penolakan atas kenaikan harga BBM lantaran khawatir dampaknya kepada masyarakat miskin.

"Kami setujui diambil pada keputusan tingkat II paripurna. Jadi bukan substansi. Naiknya BBM bersubsidi itu indikasi pemerintah lemah dalam mengelola negara. Kelemahan pemerintah ini harusnya jangan dibebankan kepada rakyat. Fraksi Hanura menolak keras BBM bersubsidi dan RUU RAPBN-P 2013," tutupnya.

Sumber: http://www.merdeka.com/uang/pdip-dan-hanura-keberatan-postur-rapbn-p-2013.html

 
 
Berita Terkait
Senin, 04 November 2013 09:58:30
Jumat, 01 November 2013 09:30:36
Senin, 15 Juli 2013 12:10:37