Senin, 10 November 2014 13:19:26. Hari Pahlawan 2014
Jumat, 24 Oktober 2014 13:28:46. Hari PBB 2014
Kamis, 16 Oktober 2014 13:38:06. Hari Pangan Sedunia 2014
Minggu, 05 Oktober 2014 08:43:27. Dirgahayu TNI ke-69
Rabu, 01 Oktober 2014 09:13:43. Hari Kesaktian Pancasila 2014
Rabu, 24 September 2014 14:19:11. Selamat Hari Tani 2014
Selasa, 09 September 2014 14:00:28. Hari Olahraga Nasional 2014
Minggu, 17 Agustus 2014 08:50:25. Dirgahayu ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia
Kamis, 14 Agustus 2014 12:27:13. Selamat Hari Pramuka
Minggu, 10 Agustus 2014 18:32:55. Selamat Hari Veteran Nasional
Minggu, 27 Juli 2014 22:20:59. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H
Kamis, 15 Mei 2014 07:44:30. Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2558 BE/2014 M
Sabtu, 08 Februari 2014 22:51:23. Hari Pers Nasional: Kekerasan Terhadap Wartawan
Kamis, 02 Januari 2014 10:13:07. Siaran Pers: Pesan Akhir Tahun Wiranto
Topik tentang Keuangan
Jumat, 21 Juni 2013 12:20:10
PDIP dan Hanura Keberatan Postur RAPBN-P 2013

Merdeka.com. Jakarta -- Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) diwarnai aksi interupsi. Sejumlah fraksi meminta koreksi dari penyampaian laporan Ketua Badan Anggaran (Banggar), Ahmadi Noor Supit.

Anggota Komisi XI DPR Dolfie OFP mengaku sangat menyayangkan laporan Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit, yang didalamnya tidak menyampaikan postur APBN-P yang diusulkan PDIP dalam Banggar. Padahal, kata Dolfie, fraksinya telah menyampaikan postur tersebut kepada Banggar.

"PDIP memiliki postur APBN-P yang dilampirkan kepada Banggar, untuk nantinya disampaikan pada Sidang Paripurna terhormat ini. Namun, postur itu tidak dimasukkan. Padahal, ini harusnya menjadi bahan rapat paripurna hari ini", kata Dolfie di Gedung DPR RI, Senin (17/6).

Dolfie mendapati, beberapa pasal yang diajukan dalam rapat Banggar, ternyata tidak tercantum dalam draf RUU APBNP yang saat ini sedang dibahas dalam rapat paripurna.

"Ada beberapa pasal yang tidak dimasukkan. Ini bagaimana. Saya harap dimasukkan. Harus dikoreksi," kata Dolfie

Senada dengan Dolfie, anggota DPR dari Fraksi Hanura Erik Wardana juga berkeberatan dengan penyampaian postur APBN-P. Hanura tidak pernah menyatakan setuju terhadap langkah pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi.

"Hanura menolak keras BBM bersubsidi naik. Kita juga meminta koreksi bahwa Hanura dikelompokkan dengan beberapa partai yang menyetujui RUU APBN-P 2013," katanya.

Erik menyayangkan sikap pemerintah yang lemah dan tidak mampu mengelola kekayaan negara untuk menyejahterakan rakyat Indonesia secara keseluruhan. Penolakan atas kenaikan harga BBM lantaran khawatir dampaknya kepada masyarakat miskin.

"Kami setujui diambil pada keputusan tingkat II paripurna. Jadi bukan substansi. Naiknya BBM bersubsidi itu indikasi pemerintah lemah dalam mengelola negara. Kelemahan pemerintah ini harusnya jangan dibebankan kepada rakyat. Fraksi Hanura menolak keras BBM bersubsidi dan RUU RAPBN-P 2013," tutupnya.

Sumber: http://www.merdeka.com/uang/pdip-dan-hanura-keberatan-postur-rapbn-p-2013.html

 
 
Berita Terkait
Senin, 04 November 2013 09:58:30
Jumat, 01 November 2013 09:30:36
Senin, 15 Juli 2013 12:10:37